Air susu ibu (ASI) diproduksi oleh organ payudara ibu mulai sejak akhir kehamilan, dan berlanjut sampai setelah persalinan. Kandungan nutrisi ASI sangat kompleks, dengan komposisi kombinasi zat-zat nutrisi dan zat-zat penunjang kekebalan tubuh yang bervariasi dan berubah mengikuti perubahan waktu. Pada hari-hari pertama sesudah persalinan, ASI belum mengandung susu, hanya berupa cairan bening kekuningan yang disebut kolostrum. Selanjutnya, berangsur-angsur komposisi ASI berubah dengan kandungan susu yang bertambah, sampai menjadi air susu matur.
Segera setelah lahir, payudara ibu mulai menghasilkan kolostrum, yaitu cairan bening dengan warna kuning serupa sari jeruk lemon. Kolostrum biasanya mulai keluar dari payudara ibu pada hari kedua setelah persalinan. Dibandingkan dengan air susu matur yang diproduksi selanjutnya, kolostrum mengandung lebih banyak zat-zat asam amino, protein dan mineral, serta lebih sedikit zat gula dan lemak. Protein utama dalam kolostrum adalah jenis globulin, yang merupakan bahan dasar zat antibodi (immunoglobulin) yang berfungsi mengatur kekebalan tubuh. Faktor-faktor kekebalan tubuh lainnya yang juga terkandung dalam kolostrum yaitu sel-sel darah putih (sel makrofag, limfosit), zat komplemen, dan enzim-enzim lisozim, laktoferin dan laktoperoksidase. Faktor-faktor tersebut bersama dengan protein imunoglobulin A dalam kolostrum akan melapisi dinding saluran pencernaan bayi baru lahir, dan berfungsi melindungi tubuh dari infeksi pencernaan. Bayi-bayi yang mendapatkan kolostrum pada awal kehidupan terbukti tidak mudah mengalami gejala gangguan saluran pencernaan seperti diare, muntah dan kesulitan minum, dibandingkan dengan bayi-bayi yang tidak mendapatkan kolostrum.
Pengeluaran kolostrum lengkap terjadi sampai sekitar usia 5 hari, kemudian berangsur-angsur komposisi berubah dengan meningkatnya kandungan kalsium susu, gula dan lemak, sampai akhirnya menjadi air susu matur, pada usia sekitar 4-5 minggu.
Air susu ibu (ASI) yang sudah lengkap / matur diproduksi oleh organ payudara ibu sejak minggu ke-4 pasca persalinan. Kandungan ASI lengkap terdiri dari lebih banyak zat-zat lemak, protein, karbohidrat, mineral dan vitamin, dibandingkan dengan kandungan cairan kolostrum. Protein-protein utama pada ASI yaitu laktalbumin, laktoglobulin, dan kasein. ASI juga mengandung zat-zat antibodi terutama imunoglobulin A yang tidak mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi. Imunoglobulin A ini akan melapisi dinding usus bayi, dan melindungi terhadap infeksi-infeksi saluran pencernaan yang sangat berbahaya, misalnya kuman Escherichia coli atau virus jenis rotavirus yang sering menyebabkan penyakit radang saluran cerna (gastroenteritis).
Ibu menyusui rata-rata memproduksi ASI sejumlah 500-700 mL setiap hari. Produksi ASI di dalam payudara dikendalikan oleh homon prolaktin yang dihasilkan oleh jaringan hipofisis di otak. Pengeluaran ASI dari puting susu dikendalikan oleh hormon oksitosin, yang juga dihasilkan oleh jaringan hipofisis. Fungsi jaringan hipofisis sendiri diatur oleh struktur pusat kendali yang lebih tinggi di dalam otak besar, yaitu hipotalamus, yang berhubungan juga dengan pengaturan fungsi vital tubuh dan fungsi emosi.
Karena adanya hubungan tersebut, diperlukan kondisi fisik dan psikis yang optimal untuk produksi ASI yang maksimal. Ibu-ibu baru bersalin yang mungkin mengalami stress atau kelelahan fisik maupun psikologis, misalnya karena bekerja keras, mungkin dapat mengalami juga gangguan produksi maupun pengeluaran ASI.
Referensi
Cunningham FG, et al. Williams Obstetrics 23rd ed. New York : McGraw-Hill Co., 2010.
Exclusive for Solusihidupsehat.com
By Dr. A. Budi Marjono SpOG, PhD
Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang / Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta
Please Sign in with your account


You want to receive Info about Our New Products and Healthy Tips Regularly?
Please Fill your email below :