Opini atau Fakta ?
Sehatkah mengkonsumsi coklat….?
Siapa yang tak kenal dengan makanan lezat yang satu ini. Baik dewasa maupun anak-anak pasti kenal dengan panganan coklat, bahkan beberapa diantaranya sangat menggemarinya. Tetapi apakah dampak untuk kesehatan? Ini yang akan kita coba untuk teliti lebih jauh. Mau tau? Ayo kita cari tau :D
Dalam presentasinya di event the European Society of Cardiology (ESC) 2011 Congress, para peneliti dari Inggris melaporkan bahwa orang yang makan coklat memiliki resiko 37% lebih rendah dari penyakit jantung dan risiko 29% lebih rendah terkena stroke dibandingkan dengan individu yang makan sedikit jumlah coklat. Studi tersebut, dipublikasikan secara online 29 Agustus 2011 di British Medical Journal menekankan bahwa : "Meskipun berlebihan dapat memiliki efek berbahaya, para peneliti umumnya setuju pada efek yang menguntungkan dengan konsumsi coklat berkaitan rendahnya risiko gangguan kardiometabolik. Temuan ini mengkonfirmasi, bahwa mengkonsumsi coklat terkait erat dengan penurunan sepertiga dalam risiko penyakit kardiovaskular. "
Rasa asli biji coklat sebenarnya pahit akibat kandungan alkaloid, tetapi setelah melalui rekayasa proses dapat dihasilkan coklat sebagai makanan yang disukai oleh siapapun. Biji coklat mengandung lemak 31%, karbohidrat 14% dan protein 9%. Protein coklat kaya akan asam amino triptofan, fenilalanin, dan tyrosin. Meski coklat mengandung lemak tinggi namun relatif tidak mudah tengik karena coklat juga mengandung polifenol (6%) yang berfungsi sebagai antioksidan pencegah ketengikan.
Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di University California of San Fransisco menyatakan bahwa konsumsi “dark chocolate” yang kaya akan flavonoid dalam dosis yang kecil dapat melebarkan pembuluh darah. Flavonoid juga memiliki efek menguntungkan pada sistem kardiovaskular, yaitu menurunkan tingkat oksidasi LDL (Low Density Lipid), yang mengakibatkan akumulasi kolesterol pada pembuluh darah, mencegah agregasi platelet darah sehingga mengurangi risiko terbentuknya gumpalan darah yang dapat menyebabkan serangan stroke dan menurunkan inflammatory respon imun tubuh yang dapat menyebabkan atherosklerosis.
Nah, setelah mengetahui manfaat coklat maka tak ada salahnya bila kita mulai mengkonsumsi coklat secara teratur. Tentunya dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Adanya pendapat bahwa memakan coklat dapat memacu penyakit-penyakit degenerative seperti kegemukan, dalam beberapa studi ilmiah mengatakan jika anda mengkonsumsi coklat dan mengimbanginya dengan gaya hidup sehat (seperti makan dengan menu seimbang serta olahraga teratur) maka tak ada masalah sama sekali dengan penyakit-penyakit degenerative seperti kegemukan.
Exclusive for Solusihidupsehat.com
By dr. Diah Noviyanti.
Please Sign in with your account


You want to receive Info about Our New Products and Healthy Tips Regularly?
Please Fill your email below :